Apa sih HAM itu?
Itu adalah salah satu materi dalam pelajaran PKN atau KWN saat di SMA dulu. Memang tidak salah, namun HAM sebenarnya memiliki arti lebih dari sekedar materi. HAM merupakan diri kita, hak-hak dasar yang melekat di diri kita secara alami, kodrat dan bersifat universal.
Pada dasarnya, HAM dapat dilihata dari dua segi, yakni dari segi perundangan dan juga dari segi moral. Dari segi perundangan, Hak asasi manusia merupakan satu bentuk hak yang dinikmati oleh seorang warganegara seperti apa yang telah tercantum dalam undang-undang negara bersangkutan. Pemahaman HAM dari segi undang-undang berbeda antara Negara satu dengan yang lainnya.
Dari satu segi moral, HAM merupakan satu tanggapanmoral yang didukung oleh anggota masyarakat. Sehubungan dengan perkara ini, anggota masyarakat akanmengakui wujudnya hak tertentu yang
harus dinikmati oleh setiap individu, yang dianggap sebagai “sebagian dari sifatnya sebagai manusia”, walaupun ia mungkin tidak tercantum dalam undang-undang.
HAM Menurut Konsep Islam
hak asasi dalam Islam berbeda dengan hak asasi menurut pengertian yang umum dikenal. Sebab seluruh hak merupakan kewajiban bagi negara maupun individu yang tidak boleh diabaikan.
Rasulullah saw pernah bersabda: “Sesungguhnya darahmu, hartamu dan kehormatanmu haram atas kamu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka negara bukan saja menahan diri dari menyentuh hak-hak asasi ini, melainkan mempunyai kewajiban memberikan dan menjamin hak-hak ini.
Sebagai contoh, negara berkewajiban menjamin perlindungan sosial bagi setiap individu tanpa ada perbedaan jenis kelamin, tidak juga perbedaan muslim dan non-muslim. Islam tidak hanya menjadikan itu kewajiban negara, melainkan negara diperintahkan untuk berperang demi melindungi hak-hak ini. Dari sinilah kaum muslimin di bawah Abu Bakar memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat.
Negara juga menjamin tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak ini dari pihak individu. Sebab pemerintah mempunyai tuga sosial yang apabila tidak dilaksanakan berarti tidak berhak untuk tetap memerintah. Allah berfirman:
“Yaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukannya di muka bumi, niscaya mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar. Dan kepada Allah-lah kembali semua urusan.” (QS. 22: 4) Read the rest of this entry »